RSS

KUMPULAN METODE PEMBELAJARAN

13 Mar

Metode-metode pembelajaran di bawah ini, biasa digunakan dalam pelatihan atau kegiatan pendampingan kelompok belajar mandiri. Tetapi, metode-metode tersebut bisa diimplementasikan dalam pembelajaran khususnya pembelajaran Bahasa Inggris.

Setiap metode pembelajaran memiliki satu ‘ranah pembelajaran’ yang paling menonjol meskipun juga mengandung ranah pembelajaran lainnya. Ranah pembelajaran tersebut ada 3, yaitu: Ranah kognitif atau rana perubahan pengetahuan (P); Rana afektif atau rana perubahan sikap-perilaku (S); dan Rana psikomotorik atau rana perubahan/peningkatan keterampilan (K).

CERAMAH

Pengertian

Metode ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah dengan kombinasi metode yang bervariasi. Mengapa disebut demikian, sebab ceramah dilakukan dengan ditujukan sebagai pemicu terjadinya kegiatan yang partisipatif (curah pendapat, disko, pleno, penugasan, studi kasus, dll). Selain itu, ceramah yang dimaksud disini adalah ceramah yang cenderung interaktif, yaitu melibatkan peserta melalui adanya tanggapan balik atau perbandingan dengan pendapat dan pengalaman peserta. Media pendukung yang digunakan, seperti bahan serahan (handouts), transparansi yang ditayangkan dengan OHP, bahan presentasi yang ditayangkan dengan LCD, tulisan-tulisan di kartu metaplan dan/kertas plano, dll.

DISKUSI UMUM (DISKUSI KELAS)

Pengertian

Metode ini bertujuan untuk tukar menukar gagasan, pemikiran, informasi/pengalaman diantara peserta, sehingga dicapai kesepakatan pokok-pokok pikiran (gagasan, kesimpulan). Untuk mencapai kesepakatan tersebut, para peserta dapat saling beradu argumentasi untuk meyakinkan peserta lainnya. Kesepakatan pikiran inilah yang kemudian ditulis sebagai hasil diskusi. Diskusi biasanya digunakan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari penerapan berbagai metode lainnya, seperti: penjelasan (ceramah), curah pendapat, diskusi kelompok, permainan, dan lain-lain.


CURAH PENDAPAT (BRAINSTORMING)

Pengertian

Metode curah pendapat adalah suatu bentuk diskusi dalam rangka menghimpun gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman, dari semua peserta. Berbeda dengan diskusi, dimana gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi, atau tidak disepakati) oleh peserta lain, pada penggunaan metode curah pendapat pendapat orang lain tidak untuk ditanggapi. Tujuan curah pendapat adalah untuk membuat kompilasi (kumpulan) pendapat, informasi, pengalaman semua peserta yang sama atau berbeda. Hasilnya kemudian dijadikan peta informasi, peta pengalaman, atau peta gagasan (mindmap) untuk menjadi pembelajaran bersama.

DISKUSI KELOMPOK

Pengertian

Sama seperti diskusi, diskusi kelompok adalah pembahasan suatu topik dengan cara tukar pikiran antara dua orang atau lebih, dalam kelompok-kelompok kecil, yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Metode ini dapat membangun suasana saling menghargai perbedaan pendapat dan juga meningkatkan partisipasi peserta yang masih belum banyak berbicara dalam diskusi yang lebih luas. Tujuan penggunaan metode ini adalah mengembangkan kesamaan pendapat atau kesepakatan atau mencari suatu rumusan terbaik mengenai suatu persoalan.Setelah diskusi kelompok, proses dilanjutkan dengan diskusi pleno. Pleno adalah istilah yang digunakan untuk diskusi kelas atau diskusi umum yang merupakan lanjutan dari diskusi kelompok yang dimulai dengan pemaparan hasil diskusi kelompok.

BERMAIN PERAN (ROLE-PLAY)

Pengertian

Bermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk ‘menghadirkan’ peranperan yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu ‘pertunjukan peran’ di dalam kelas/pertemuan, yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaian terhadap . Misalnya: menilai keunggulan maupun kelemahan masing-masing peran tersebut, dan kemudian memberikan saran/alternatif pendapat bagi pengembangan peran-peran tersebut. Metode ini lebih menekankan terhadap masalah yang diangkat dalam ‘pertunjukan’, dan bukan pada kemampuan pemain dalam melakukan permainan peran.

SIMULASI

Pengertian

Metode simulasi adalah bentuk metode praktek yang sifatnya untuk mengembangkan ketermpilan peserta belajar (keterampilan mental maupun fisik/teknis). Metode ini memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena adanya kesulitan untuk melakukan praktek di dalam situasi yang sesungguhnya. Misalnya: sebelum melakukan praktek penerbangan, seorang siswa sekolah penerbangan melakukan simulasi penerbangan terlebih dahulu (belum benar-benar terbang). Situasi yang dihadapi dalam simulasi ini harus dibuat seperti benar-benar merupakan keadaan yang sebenarnya (replikasi kenyataan).Contoh lainnya, dalam sebuah pelatihan fasilitasi, seorang peserta melakukan simulasi suatu metode belajar seakan-akan tengah melakukannya bersama kelompok dampingannya. Pendamping lainnya berperan sebagai kelompok dampingan yang benar-benar akan ditemui dalam

keseharian peserta (ibu tani, bapak tani, pengurus kelompok, dsb.). Dalam contoh yang kedua, metode ini memang mirip dengan bermain peran. Tetapi dalam simulasi, peserta lebih banyak berperan sebagai dirinya sendiri saat melakukan suatu kegiatan/tugas yang benar-benar akan dilakukannya.

SANDIWARA

Pengertian

Metode sandiwara seperti memindahkan ‘sepenggal cerita’ yang menyerupai kisah nyata atau situasi sehari-hari ke dalam pertunjukkan. Penggunaan metode ini ditujukan untuk mengembangkan diskusi dan analisa peristiwa (kasus). Tujuannya adalah sebagai media untuk memperlihatkan berbagai permasalahan pada suatu tema (topik) sebagai bahan refleksi dan analisis solusi penyelesaian masalah. Dengan begitu, rana penyadaran dan peningkatan kemampuan analisis dikombinasikan secara seimbang.

DEMONSTRASI

Pengertian

Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu. Demonstrasi merupakan praktek yang diperagakan kepada peserta. Karena itu, demonstrasi dapat dibagi menjadi dua tujuan: demonstrasi proses untuk memahami langkah demi langkah; dan demonstrasi hasil untuk memperlihatkan atau memperagakan hasil dari sebuah proses.Biasanya, setelah demonstrasi dilanjutkan dengan praktek oleh peserta sendiri. Sebagai hasil, peserta akan memperoleh pengalaman belajar langsung setelah melihat, melakukan, dan merasakan sendiri. Tujuan dari demonstrasi yang dikombinasikan dengan praktek adalah membuat perubahan pada rana keterampilan.

PRAKTEK LAPANGAN

Pengertian

Metode praktik lapangan bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya. Kegiatan ini dilakukan di ‘lapangan’, yang bisa berarti di tempat kerja, maupun di masyarakat. Keunggulan dari metode ini adalah pengalaman nyata yang diperoleh bisa langsung dirasakan oleh peserta, sehingga dapat memicu kemampuan peserta dalam mengembangkan kemampuannya. Sifat metode praktek adalah pengembangan keterampilan.

PERMAINAN (GAMES)

Pengertian

Permainan (games), populer dengan berbagai sebutan antara lain pemanasan (ice-breaker) atau penyegaran (energizer). Arti harfiah ice-breaker adalah ‘pemecah es’. Jadi, arti pemanasan dalam proses belajar adalah pemecah situasi kebekuan fikiran atau fisik peserta. Permainan juga dimaksudkan untuk membangun suasana belajar yang dinamis, penuh semangat, dan antusiasme. Karakteristik permainan adalah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (fun) serta serius tapi santai (sersan). Permainan digunakan untuk penciptaan suasana belajar dari pasif ke aktif, dari kaku menjadi gerak (akrab), dan dari jenuh menjadi riang (segar). Metode ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efisien dan efektif dalam suasana gembira meskipun membahas hal-hal yang sulit atau berat.Sebaiknya permainan digunakan sebagai bagian dari proses belajar, bukan hanya untuk mengisi waktu kosong atau sekedar permainan. Permainan sebaiknya dirancang menjadi suatu ‘aksi’ atau kejadian yang dialami sendiri oleh peserta, kemudian ditarik dalam proses refleksi untuk menjadi

hikmah yang mendalam (prinsip, nilai, atau pelajaran-pelajaran). Wilayah perubahan yang dipengaruhi adalah rana sikap-nilai.

 

Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Versi PDF download disini.

 

 
11 Comments

Posted by on March 13, 2011 in Articles, Library

 

11 responses to “KUMPULAN METODE PEMBELAJARAN

  1. Henu Lismiyati

    December 3, 2012 at 11:54

    Nice article! thanks 4 sharing. it’s really useful for me.

     
  2. Mila Kholifah

    April 6, 2011 at 11:35

    Nama : Mila Kholifah
    Kelas : Ekstensi
    NPM : 2101001320356

    Much research has been done into learning style. Many educators believe that understanding learning styles can greatly improve what goes on in classroom or training session. Individuals who are aware of their own learning styles can better focus their learning. Professors and trainers who understand different learning styles are better able to design instruction so as to reach all their students or trainers.
    Learning styles have been described in different ways. People may be described as auditory learners. Who learn best by listening, visual learners, who learn best by seeing, or kinesthetic learners, visual learners who learn best by doing. Another system sees some people as active learners who process new information by doing something with it or using it in some way. Other learners are seen as reflective preferring to process new information by thinking about it rather than by using it. Similarly, learner might be described as either sequential or global. Sequential learners see new information in logically connected steps, whereas global learners understand things better by looking at the whole picture rather than focusing on the parts.
    Understanding learning styles can improve study skills. Sequential learners for example, can make a habit of outlining new information. Auditory learners can form study groups so that they can talk with others about the topic they are learning. Reflective learning can find ways to reflect on what they have learned, by asking themselves questions about the material, for example, or by writing summaries.
    Professors and trainers who understand the different types of learning styles can take into account when designing their courses. By incorporating a variety of types of activities into their teaching, professors and trainers have a better chance of reaching all their students and improving the learning experience for everyone.

    Topic / Main Idea Understanding learningstyles can improve
    learningand training
    Paragraf 1
    Main idea supporting details
    Improve classrooms and training sessions
    1. Individuls can study better
    2. Professors and trainers can instruct better
    Paragraf 2
    Main idea supporting details
    Defferent way to describe learning styles
    1. Auditory, visual, kinerthetic
    2. Doing, reflecting
    3. Sequential, global
    Paragraf 3
    Main idea supporting details
    Improve study skills
    1. Sequentisl meke outlines
    2. Auditory talk in study groups
    3. reflective Quentions, summaries
    Conclusion
    Profesor and trainers who understand the different types of learning styles can take them into account when designing their courses.

    The tree diagram for reading

     
  3. Mila Kholifah

    April 6, 2011 at 11:34

    Nama : Mila Kholifah
    Kelas : Ekstensi
    NPM : 2101001320356

    Much research has been done into learning style. Many educators believe that understanding learning styles can greatly improve what goes on in classroom or training session. Individuals who are aware of their own learning styles can better focus their learning. Professors and trainers who understand different learning styles are better able to design instruction so as to reach all their students or trainers.
    Learning styles have been described in different ways. People may be described as auditory learners. Who learn best by listening, visual learners, who learn best by seeing, or kinesthetic learners, visual learners who learn best by doing. Another system sees some people as active learners who process new information by doing something with it or using it in some way. Other learners are seen as reflective preferring to process new information by thinking about it rather than by using it. Similarly, learner might be described as either sequential or global. Sequential learners see new information in logically connected steps, whereas global learners understand things better by looking at the whole picture rather than focusing on the parts.
    Understanding learning styles can improve study skills. Sequential learners for example, can make a habit of outlining new information. Auditory learners can form study groups so that they can talk with others about the topic they are learning. Reflective learning can find ways to reflect on what they have learned, by asking themselves questions about the material, for example, or by writing summaries.
    Professors and trainers who understand the different types of learning styles can take into account when designing their courses. By incorporating a variety of types of activities into their teaching, professors and trainers have a better chance of reaching all their students and improving the learning experience for everyone.

    Topic / Main Idea Understanding learningstyles can improve
    learningand training
    Paragraf 1
    Main idea supporting details
    Improve classrooms and training sessions
    1. Individuls can study better
    2. Professors and trainers can instruct better
    Paragraf 2
    Main idea supporting details
    Defferent way to describe learning styles
    1. Auditory, visual, kinerthetic
    2. Doing, reflecting
    3. Sequential, global
    Paragraf 3
    Main idea supporting details
    Improve study skills
    1. Sequentisl meke outlines
    2. Auditory talk in study groups
    3. reflective Quentions, summaries
    Conclusion
    Profesor and trainers who understand the different types of learning styles can take them into account when designing their courses.

    The tree diagram for reading

    Nama : Mila Kholifah
    Kelas : Ekstensi
    NPM : 2101001320356

    Much research has been done into learning style. Many educators believe that understanding learning styles can greatly improve what goes on in classroom or training session. Individuals who are aware of their own learning styles can better focus their learning. Professors and trainers who understand different learning styles are better able to design instruction so as to reach all their students or trainers.
    Learning styles have been described in different ways. People may be described as auditory learners. Who learn best by listening, visual learners, who learn best by seeing, or kinesthetic learners, visual learners who learn best by doing. Another system sees some people as active learners who process new information by doing something with it or using it in some way. Other learners are seen as reflective preferring to process new information by thinking about it rather than by using it. Similarly, learner might be described as either sequential or global. Sequential learners see new information in logically connected steps, whereas global learners understand things better by looking at the whole picture rather than focusing on the parts.
    Understanding learning styles can improve study skills. Sequential learners for example, can make a habit of outlining new information. Auditory learners can form study groups so that they can talk with others about the topic they are learning. Reflective learning can find ways to reflect on what they have learned, by asking themselves questions about the material, for example, or by writing summaries.
    Professors and trainers who understand the different types of learning styles can take into account when designing their courses. By incorporating a variety of types of activities into their teaching, professors and trainers have a better chance of reaching all their students and improving the learning experience for everyone.

    Topic / Main Idea Understanding learningstyles can improve
    learningand training
    Paragraf 1
    Main idea supporting details
    Improve classrooms and training sessions
    1. Individuls can study better
    2. Professors and trainers can instruct better
    Paragraf 2
    Main idea supporting details
    Defferent way to describe learning styles
    1. Auditory, visual, kinerthetic
    2. Doing, reflecting
    3. Sequential, global
    Paragraf 3
    Main idea supporting details
    Improve study skills
    1. Sequentisl meke outlines
    2. Auditory talk in study groups
    3. reflective Quentions, summaries
    Conclusion
    Profesor and trainers who understand the different types of learning styles can take them into account when designing their courses.

    The tree diagram for reading

     
  4. fransiskus A.M.K english A

    March 28, 2011 at 05:31

    topic sentences : sumba island
    attitude : sumba island
    body sentences
    major sentences minor sentences
    1. waitabula 1.horse race (pacuan kuda)
    2.kodi 2.throw lence (lempar lembing pasola)

     
  5. matius loba dowa english A

    March 28, 2011 at 05:26

    topics sentences : indonesia is the best
    attitude : indonesia is the best
    body senteces -supporting sentences :
    major sentences minor sentences
    1.NTT komodo
    2.sumba pasola island

     
  6. taher berau

    March 28, 2011 at 04:15

    great job. they are really helping my mindset about teaching strategy

     
    • MGMP BAHASA INGGRIS

      March 31, 2011 at 13:28

      Thank you for siting Mr. Taher. Hopefully can be useful for further.
      Glad for sharing. Wish You Luck.

       
  7. putriyanto english A

    March 27, 2011 at 07:27

    topic sentences : the spectaculer culture in salt island (madura)
    attitude : the spectaculer culture
    body sentences – supporting sentences
    major sentences minor sentences
    1.sumenep (culture city) . bullrace compentition(kerapan sapi)
    2.pamekasan (education city) . fluent tradition
    3.sampang . tandak tradition
    4.bangkalan . ludruk tradition

    i am so sorry sir i cant give the best for the comment coz i still dont understand about it i hope you can teach it again .

     
  8. moh. abbad english A

    March 27, 2011 at 07:22

    topic sentences : madura island will become modern world
    body sentences – supporting sentences :
    major sentences : minor sentences :
    1.batang-batang 1. lombang beach resor (cemara udang)
    2.slopeng 2. pantai slopeng
    3.pamekasan 3. api tak kunjung padam
    4.nyamplong 4.zoo
    5.suramadu 5. the long bridge (jembatan suramadu)

     
  9. apliana malo english A

    March 27, 2011 at 07:17

    topic sentences : the beautiful scenenry in sumba
    attitude : the beautiful scenery
    body sentence – supporting sentences
    major sentences : minor sentences
    1.wanokaka 1.pasola resort
    2.waikelo 2.the highest hill
    3.maridekalada 3.air terjun , mananga aba beach resort , etc

     
  10. MGMP BAHASA INGGRIS

    March 13, 2011 at 06:48

    Interesting, that’s really useful!!
    Thankz a lot.

     

Leave a Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 565 other followers

%d bloggers like this: